Harga emas tetap stabil di dekat rekor tertingginya, seiring pasar mencerna data tenaga kerja AS yang kuat setelah Federal Reserve memulai siklus pelonggaran moneter dengan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Harga emas batangan terlihat berada dalam tren kenaikan mingguan kecil setelah naik 1,1% pada hari Kamis, didorong oleh laporan penurunan klaim pengangguran yang mencapai level terendah sejak Mei. Data tersebut memicu harapan bahwa resesi dapat dihindari di AS.
Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di atas $2.600 per ons pada hari Rabu setelah pengumuman pemangkasan suku bunga The Fed. Meski demikian, lonjakan tersebut mereda setelah Ketua Fed Jerome Powell menekankan bahwa besarnya pemangkasan suku bunga ini tidak menandakan arah kebijakan baru yang lebih agresif. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung harga emas karena logam ini tidak menghasilkan bunga.
Kenaikan harga emas sepanjang tahun ini, yang mencapai lebih dari 25%, dipicu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Selain itu, permintaan dari bank sentral dan minat terhadap aset safe haven akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina juga membantu mengangkat harga. Investor ritel pun menunjukkan ketertarikan yang meningkat, sementara permintaan konsumen dari Asia juga menjadi pendorong kekuatan harga emas di paruh pertama tahun ini.
Pada pukul 7:31 pagi di Singapura, harga emas spot tercatat di $2.587,27 per ons, stabil dengan kenaikan 0,4% selama seminggu. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga stabil setelah penurunan 0,3% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga perak dan paladium tidak banyak berubah, sedangkan platinum mengalami sedikit penurunan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
