Harga emas tetap stabil di level tertinggi sejak Oktober pada Jumat (24/1), dengan prospek kenaikan mingguan sekitar 2%. Permintaan terhadap aset safe haven terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ancaman tarif baru Presiden Donald Trump dan tekanan untuk menurunkan suku bunga AS.
Faktor Penggerak Pasar
- Ancaman Tarif terhadap Eropa
- Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan pungutan impor pada Eropa sebagai bagian dari upaya mengembalikan manufaktur ke AS.
- Ancaman ini menambah kekhawatiran pasar, terutama setelah Trump sebelumnya menyebut Tiongkok, Kanada, dan Meksiko sebagai target tarif.
- Permintaan Aset Haven
- Ketidakpastian mengenai dampak kebijakan perdagangan Trump membuat emas semakin menarik sebagai aset haven.
- Emas juga mendapatkan dukungan dari prospek inflasi yang lebih tinggi, yang biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia.
- Kebijakan Moneter AS
- Trump menuntut penurunan suku bunga AS secara segera, meskipun keputusan tersebut ada di tangan Federal Reserve.
- Bank sentral AS dijadwalkan akan membahas kebijakan suku bunga minggu depan.
- Agenda Domestik Trump
- Janji Trump untuk memangkas pajak dan merombak kebijakan imigrasi menimbulkan kekhawatiran tentang defisit fiskal AS dan potensi peningkatan inflasi.
Pergerakan Harga Logam Mulia
- Harga emas spot: Stabil di $2.755,35 per ons pada pukul 8:04 pagi waktu Singapura.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot: Datar.
- Harga perak dan paladium: Sedikit berubah.
- Platinum: Naik tipis.
Outlook Pasar
Emas diperkirakan tetap dalam tren naik, didukung oleh permintaan aset haven dan ketidakpastian kebijakan global. Dengan prospek kebijakan perdagangan yang agresif dari AS dan kemungkinan peningkatan inflasi, emas bisa melanjutkan kenaikannya, terutama jika The Fed mengambil langkah dovish dalam pertemuan mendatang.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
