Harga emas terus menguat, melanjutkan tren kenaikan mingguan, karena meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global mendorong permintaan aset safe-haven.
Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Emas:
🔹 Peningkatan Kekhawatiran Ekonomi Global
- Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ekonomi AS sedang menghadapi “periode transisi,” terutama karena kebijakan tarif dan pemutusan hubungan kerja federal.
- Tiongkok melaporkan tekanan deflasi yang terus berlanjut, menambah ketidakpastian terhadap ekonomi global.
🔹 Tren Kenaikan Harga Emas
- Harga emas batangan untuk pengiriman segera naik mendekati $2.915 per ons, setelah melonjak hampir 2% minggu lalu.
- Sejak awal tahun 2025, emas terus mencatat rekor harga tertinggi, dengan hanya satu minggu mengalami penurunan.
🔹 Dukungan dari Sentimen Pasar dan Bank Sentral
- Kekhawatiran terhadap dampak kebijakan perdagangan Trump mendorong investor untuk membeli emas sebagai lindung nilai risiko.
- Pembelian emas oleh bank sentral terus berlanjut, memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia.
- Spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga lebih lanjut juga menambah daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
🔹 Sikap Federal Reserve
- Ketua Fed Jerome Powell mengakui adanya ketidakpastian ekonomi yang meningkat di AS, tetapi menegaskan bahwa tidak perlu terburu-buru dalam menyesuaikan kebijakan moneter.
📌 Harga emas spot naik 0,2% menjadi $2.914,68 per ons pada pukul 8:39 pagi di Singapura, naik 11% sepanjang tahun ini.
📌 Rekor tertinggi terbaru emas tercatat sedikit di atas $2.956 bulan lalu.
📌 Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, menyusul kerugian mingguan terdalam sejak 2022.
💰 Perak naik, platinum stabil, dan paladium turun.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
