Harga emas memangkas sebagian kenaikannya pada perdagangan hari Selasa (3/12), menyusul rilis data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) yang menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja AS. Data ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati dalam mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Harga emas spot sempat naik sebanyak 0,7% sebelum data dirilis, namun hanya mencatat kenaikan 0,2% pada $2.644,05 per ons pada pukul 18:42 GMT. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,4% pada $2.667,90 per ons.
Menurut Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, data JOLTS memperlihatkan “rebound pasar kerja, yang meredakan kekhawatiran perlambatan signifikan di sektor tenaga kerja menjelang laporan penggajian nonpertanian hari Jumat.”
Meskipun demikian, pelemahan dolar AS (turun 0,3%) dan penurunan imbal hasil Treasury 10 tahun ke level terendah dalam sebulan membantu membatasi kerugian emas.
Para pelaku pasar kini memantau data ketenagakerjaan ADP dan pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu, diikuti oleh laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Saat ini, peluang pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Desember diperkirakan sekitar 74%.
Analis di JPMorgan dan HSBC menekankan bahwa ketegangan geopolitik global, termasuk kebijakan Presiden terpilih Donald Trump, meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian, yang diperkirakan akan terus mendorong harga hingga tahun 2025.
Sumber: Reuters
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
