Emas bersiap untuk mencatatkan kenaikan mingguan kecil setelah laporan ekonomi menunjukkan perlambatan momentum di AS, menjelang data inflasi baru yang akan dirilis. Hal ini mungkin menawarkan petunjuk mengenai jalur suku bunga Federal Reserve.
Perkembangan Ekonomi AS
Angka terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh dengan kecepatan yang lebih lambat pada kuartal pertama. Data ini dapat memperkuat argumen untuk pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Imbal hasil Treasury dua tahun turun, dan indeks kekuatan dolar juga menurun setelah rilis data ini, yang mendukung emas batangan karena tidak menghasilkan bunga dan dihargai dalam dolar AS.
Ekspektasi Pasar
Logam kuning sebagian besar diperdagangkan dalam kisaran sempit minggu ini karena kurangnya petunjuk baru mengenai jalur inflasi. Pasar sangat menantikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis pada Jumat malam. Data PCE ini diharapkan menunjukkan bahwa tekanan harga mereda pada bulan April, yang akan mendukung kemungkinan pemotongan suku bunga pada akhir tahun ini. Kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya positif untuk logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Kinerja Emas Tahun Ini
Harga emas batangan telah naik 14% tahun ini dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa minggu lalu. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh optimisme terhadap perubahan kebijakan Federal Reserve menuju pelonggaran moneter selama tahun 2024. Selain itu, pembelian emas sebagai aset safe haven di tengah konflik di Ukraina dan Timur Tengah, serta pembelian oleh bank sentral dan konsumen di Tiongkok, juga mendukung harga emas.
Harga Emas Saat Ini
Harga emas spot bergerak menuju kenaikan mingguan sebesar 0,4% pada hari Jumat (31/5), dengan harga sedikit berubah pada $2.343,62 per ons pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah turun 0,2% pada hari Kamis. Harga perak dan platinum datar, sementara paladium sedikit lebih rendah.
Kesimpulan
Meskipun emas telah diperdagangkan dalam kisaran sempit minggu ini, ekspektasi bahwa data inflasi AS akan menunjukkan moderasi tekanan harga dapat mendukung kenaikan harga emas lebih lanjut. Investor akan terus memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter untuk menentukan arah pergerakan harga emas ke depan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
