Harga emas melemah setelah penurunan tajam pada akhir pekan lalu, dengan para pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru ketegangan perdagangan global serta meningkatnya kekhawatiran atas risiko kredit di sektor perbankan regional Amerika Serikat.
💰 Tekanan Setelah Reli Panjang
Pada Jumat lalu, emas batangan turun 1,7%, mencatat penurunan harian terbesar sejak Mei. Perak juga terkoreksi 4,3% setelah reli kuat sepanjang bulan sebelumnya. Secara teknikal, keduanya telah berada di area overbought, membuka peluang koreksi alami setelah reli tajam sejak Agustus yang sempat mendorong harga ke rekor baru.
Senin pagi, emas spot stabil di kisaran $4.238,96 per ons, sementara indeks dolar Bloomberg naik tipis 0,1%. Perak bergerak mendatar, dengan platinum dan paladium sedikit melemah.
🌍 Fokus Pasar: AS–Tiongkok dan Ketegangan Perdagangan
Pelaku pasar kini menantikan pertemuan baru antara AS dan Tiongkok, setelah Presiden Donald Trump menyatakan optimisme bahwa negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan untuk meredakan perang dagang. Trump juga mengakui bahwa tarif tinggi tidak berkelanjutan, memberi sinyal potensi deeskalasi.
Namun, bila ada tanda-tanda kemajuan konkret, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan perak bisa menurun.
🏦 Kekhawatiran Kredit Bank Regional AS
Selain isu geopolitik, pasar juga dihantui risiko kredit bank regional di AS. Dua pemberi pinjaman besar, Zions Bancorp dan Western Alliance Bancorp, melaporkan adanya masalah pinjaman terkait dugaan penipuan. Kedua bank akan merilis hasil keuangan minggu ini, yang akan menjadi ujian awal bagi stabilitas sektor keuangan regional AS.
📈 Reli Panjang Logam Mulia Mulai Kehilangan Momentum
Meski mengalami koreksi, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 60% sepanjang 2025, menandai minggu kesembilan berturut-turut dalam tren naik. Reli ini didukung oleh:
- Pembelian besar-besaran oleh bank sentral global
- Arus masuk ke ETF berbasis emas
- Ketegangan geopolitik dan defisit fiskal AS
- Kekhawatiran terhadap independensi The Fed
Sementara itu, perak telah melonjak sekitar 80% sepanjang tahun ini, terbantu oleh faktor makro yang sama serta krisis likuiditas di pasar London, yang sempat mendorong harga spot jauh di atas kontrak berjangka di New York.
Inti Poin:
- 🟡 Emas turun 1,7% — penurunan harian terbesar sejak Mei.
- 🌍 Fokus bergeser ke negosiasi perdagangan AS–Tiongkok.
- 🏦 Risiko kredit bank regional AS tekan sentimen pasar.
- 📈 Emas naik 60% YTD; perak tetap unggul dengan reli 80%.
- 💹 Potensi koreksi wajar usai reli panjang logam mulia.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
Sumber:
