Harga emas mencapai rekor tertinggi baru, naik 0,2% menjadi $2.625,89 per ons, menjelang data ekonomi penting dari AS yang diharapkan akan memberikan petunjuk terkait langkah-langkah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan. Pedagang emas menantikan data pengeluaran konsumsi pribadi dan klaim pengangguran yang akan dirilis minggu ini, untuk memahami apakah penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin oleh The Fed minggu lalu akan diikuti oleh penurunan lebih lanjut.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa ia mendukung penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan kebijakan berikutnya, namun tidak menutup kemungkinan pemotongan sebesar 50 basis poin jika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang lebih tajam.
Di samping kebijakan moneter, ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya antara Hizbullah dan Israel, juga menjadi faktor penting yang mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik regional diperkirakan akan terus meningkatkan permintaan terhadap logam mulia tersebut.
Pada pukul 10:44 pagi di Singapura, harga emas spot berada di $2.624,44 per ons, setelah mencatatkan kenaikan 1,7% minggu sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil, sementara harga perak, paladium, dan platinum sedikit menurun.
Sumber: Bloomberg
