Harga emas bertahan di dekat rekor tertingginya menjelang rilis data ketenagakerjaan utama Amerika Serikat. Ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik terus mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Harga Emas Stabil di Dekat Rekor
Harga emas spot diperdagangkan mendekati level $2.860 per ons, setelah mencatat kenaikan lebih dari 2% dalam seminggu terakhir. Sebelumnya, emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $2.882,36 per ons.
Investor Menanti Data Ketenagakerjaan AS
Data penggajian nonpertanian (Non-Farm Payroll/NFP) yang akan dirilis pada Jumat (7/2) menjadi fokus utama pasar. Jika laporan menunjukkan pelemahan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bisa meningkat, yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.
Kebijakan Perdagangan Trump Menambah Ketidakpastian
Ancaman tarif tambahan terhadap Tiongkok dan negara lainnya semakin meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Citigroup Inc. memperkirakan harga emas bisa mencapai $3.000 per ons dalam tiga bulan ke depan jika ketegangan perdagangan terus berlanjut.
Gangguan Pasokan Meningkatkan Ketegangan Pasar
Dealer di London mulai mengalihkan emas ke AS karena kekhawatiran terkait tarif. Hal ini menyebabkan antrean panjang di brankas Bank of England untuk menarik logam mulia.
Prediksi dan Prospek Pasar
Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari aset safe haven. Pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS dan kebijakan moneter The Fed.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
