Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di $4.186 per ons, didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Reli ini menandai babak baru dalam tren bullish logam mulia yang sudah berlangsung hampir dua bulan.
💰 Sinyal Dovish The Fed Perkuat Aksi Beli
Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral berada di jalur untuk memangkas suku bunga sebesar 25 bps lagi akhir bulan ini, dengan kemungkinan satu pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun. Imbal hasil obligasi AS pun turun ke posisi terendah dalam beberapa minggu, menambah daya tarik emas yang tidak memberikan bunga namun sensitif terhadap suku bunga riil.
Ekspektasi suku bunga lebih rendah dan penurunan dolar AS membuat investor berbondong-bondong ke logam mulia sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian moneter dan fiskal AS.
🌍 Ketegangan AS–Tiongkok Dorong Permintaan Safe Haven
Sentimen risiko global kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghentikan perdagangan minyak goreng dengan Tiongkok, menyusul ancaman tarif tambahan hingga 100% pekan lalu. Beijing menanggapi dengan tegas, berjanji akan membalas langkah Washington, memperburuk ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Situasi ini memicu gelombang pembelian safe haven, memperkuat posisi emas di atas $4.100 per ons.
⚙️ Perak, Platinum, dan Paladium Juga Menguat
Perak spot sempat melonjak di atas $53,54 per ons — rekor baru sepanjang masa — sebelum terkoreksi karena pasar London mengalami krisis likuiditas. Ketatnya pasokan mendorong biaya pinjam (lease rate) menanjak tajam, meskipun mulai turun pada Selasa.
Sementara itu, platinum dan paladium juga mencatat penguatan seiring kekhawatiran terhadap potensi tarif baru dari penyelidikan Bagian 232 pemerintah AS atas impor logam penting.
📈 Tren Besar 2025: Tahun Gemilang Logam Mulia
Keempat logam mulia utama — emas, perak, platinum, dan paladium — telah naik antara 58% hingga 80% sepanjang tahun ini, didukung oleh:
- Pembelian masif oleh bank sentral global
- Lonjakan kepemilikan ETF berbasis logam mulia
- Kekhawatiran independensi The Fed dan defisit anggaran AS
- Arus modal keluar dari dolar AS ke aset riil
Inti Poin:
- 🟡 Emas mencetak rekor baru $4.186/oz, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
- 🌍 Ketegangan AS–Tiongkok picu permintaan safe haven.
- ⚙️ Perak, platinum, dan paladium ikut reli di tengah krisis likuiditas dan risiko tarif.
- 📊 Logam mulia naik hingga 80% YTD, didukung bank sentral dan ETF.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
Sumber:
