Harga emas bertahan stabil mendekati rekor tertinggi setelah mengalami kenaikan lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh rentetan tarif Presiden Donald Trump yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven.
Poin-Poin Utama:
- Harga Emas Stabil: Emas batangan diperdagangkan mendekati $2.913 per ons, sekitar $40 di bawah puncak tertinggi sepanjang masa yang dicapai minggu lalu.
- Dampak Tarif Trump: Presiden AS menggandakan tarif terhadap Tiongkok dan mengenakan bea masuk 25% terhadap Kanada dan Meksiko.
- Kemungkinan Keringanan: Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengisyaratkan kemungkinan pengurangan beberapa bea terhadap Kanada dan Meksiko.
- Kekhawatiran Inflasi dan Pertumbuhan: Perang dagang dikhawatirkan akan memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan global, meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
- Posisi Bullish Obligasi: Survei klien JPMorgan Treasury menunjukkan posisi bullish bersih tertinggi dalam 15 tahun sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.
- Tindakan Balasan Kanada dan Tiongkok: Kanada mengenakan tarif bertahap pada barang-barang AS senilai $107 miliar, sementara Tiongkok menetapkan bea hingga 15% pada ekspor pertanian AS.
- Respon Meksiko: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengindikasikan bahwa negaranya akan mengumumkan tindakan balasan terhadap tarif AS.
Pergerakan Pasar:
- Harga Emas Spot: Turun 0,2% menjadi $2.913,13 per ons pada pukul 8:08 pagi di Singapura.
- Indeks Spot Dolar Bloomberg: Melemah 0,1%, turun untuk sesi ketiga berturut-turut.
- Logam Mulia Lainnya: Harga perak, platinum, dan paladium relatif stabil.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
