Harga emas bergerak nyaris datar setelah reli dua hari terakhir, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve (The Fed) serta risiko inflasi AS.
Pada pukul 09.04 waktu Singapura, emas spot turun tipis 0,2% ke $3.391,71 per ons, sementara Bloomberg Dollar Spot Index melemah 0,1%. Di logam mulia lain, perak dan paladium relatif stagnan, sedangkan platinum sedikit melemah.
⚖️ Kontroversi Pemecatan Gubernur The Fed
- Presiden Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden dengan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook atas tuduhan pemalsuan dokumen hipotek.
- Cook menegaskan akan melawan di pengadilan, dengan kuasa hukumnya menyebut pemecatan itu “tanpa dasar fakta maupun hukum.”
- Isu ini menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa kebijakan moneter AS bisa terdorong ke arah politik.
🏦 Risiko Politik terhadap Independensi The Fed
- Jika Trump berhasil menyingkirkan Cook, ia berpotensi mengamankan mayoritas empat kursi dari tujuh anggota Dewan Gubernur.
- Trump berulang kali mendesak agar suku bunga diturunkan lebih cepat, sehingga dominasi politik di The Fed bisa mengikis kepercayaan investor terhadap aset AS.
- Kombinasi risiko politik dan potensi inflasi lebih tinggi dinilai menjadi faktor pendukung bagi harga emas.
📊 Arah Emas Selanjutnya
- Secara teknikal, emas masih bergerak dalam rentang sejak mencetak rekor di atas $3.500/oz pada April 2025.
- Pasar menunggu katalis baru setelah reli tajam pada 2024 hingga awal 2025.
- Faktor pendukung jangka menengah:
- friksi dagang & ketegangan geopolitik,
- arus masuk ke ETF berbasis emas,
- diversifikasi cadangan devisa bank sentral dari dolar AS.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
Sumber:
