Harga emas mengalami penurunan tajam ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada Kamis (25/7), menyusul aksi ambil untung dari investor setelah lonjakan harga baru-baru ini. Para pedagang kini mengalihkan perhatian mereka ke data ekonomi AS yang akan datang, yang diharapkan memberikan petunjuk baru mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Pergerakan Harga Emas:
- Spot Gold: Turun 1,8% menjadi $2.355,22 per ons.
- Gold Futures: Ditutup 2,6% lebih rendah pada $2.353,50.
Emas sempat mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di $2.483,60 pekan lalu, didorong oleh optimisme terkait kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan September.
Komentar Analis
Mantan Presiden Fed New York, Bill Dudley, menegaskan bahwa penurunan suku bunga sebaiknya dilakukan segera, merujuk pada data ketenagakerjaan terbaru. Ekspektasi pasar kini mengindikasikan peluang 100% untuk penurunan suku bunga di bulan September, menurut alat CME FedWatch.
Data Penting di Depan
Fokus pasar kini beralih ke laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang dijadwalkan rilis Jumat ini. Data ini merupakan ukuran inflasi favorit The Fed dan dapat mempengaruhi keputusan kebijakan mendatang.
Pasar Global:
- Impor Emas Tiongkok: Dilaporkan turun 18% pada bulan Juni, menandakan melemahnya permintaan perhiasan akibat lonjakan harga.
- Perak: Anjlok 4,2% menjadi $27,77 per ons.
- Platinum dan Paladium: Mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,4% dan 2,8%.
Sementara ketidakpastian terus berlanjut, para investor memantau dengan cermat data yang akan datang untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah pasar ke depan.
