Singapura, 14 Juni 2025 — Harga emas mencatat kenaikan tipis pada awal perdagangan Asia, menyusul pelemahan sebelumnya yang dipicu oleh komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai risiko inflasi terhadap ekonomi Amerika Serikat.
Emas spot naik 0,3% menjadi $3.378,59 per ons pada pukul 08.21 waktu Singapura, setelah sehari sebelumnya turun 0,6%. Logam mulia ini diperdagangkan stabil meski menghadapi tekanan dari pernyataan hawkish The Fed.
🔍 Proyeksi Ekonomi Baru dari The Fed
Dalam pertemuan kebijakan terbarunya, The Fed tidak mengubah suku bunga, namun tetap membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun. Proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan:
- Pertumbuhan ekonomi lebih lambat
- Inflasi lebih tinggi
- Pelemahan pasar tenaga kerja
Hal ini memperkuat ketidakpastian arah suku bunga, terutama setelah Presiden Donald Trump meluncurkan gelombang tarif baru pada bulan April lalu. Jika inflasi tetap tinggi, maka ruang pelonggaran moneter Fed bisa menyempit—dan ini biasanya menjadi tekanan negatif bagi emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil.
🌍 Ketegangan Geopolitik Dukung Emas
Selain faktor The Fed, harga emas juga disokong oleh ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah. Trump menuding Iran “menyia-nyiakan kesempatan” untuk bernegosiasi terkait program nuklirnya, meski belum menyatakan sikap resmi apakah AS akan ikut campur dalam konflik antara Israel dan Iran.
Ketidakpastian ini telah membuat investor mencari aset aman. Emas pun mencatat lonjakan hampir 30% sepanjang 2025, didukung:
- Ketegangan geopolitik global
- Prospek perlambatan ekonomi
- Lonjakan pembelian emas oleh bank sentral
- Arus masuk kuat ke Exchange-Traded Funds (ETF) berbasis emas
🔗 Pergerakan Logam Lain
| Logam | Harga / Perubahan |
|---|---|
| Perak | Datar |
| Platinum | Naik |
| Paladium | Naik |
Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat nyaris tidak berubah, memberikan ruang stabilitas untuk harga emas.
📌 Kesimpulan:
Kombinasi ketidakpastian kebijakan moneter AS dan eskalasi geopolitik membuat harga emas tetap menarik bagi investor, meskipun tekanan dari The Fed masih membayangi.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
