Harga emas tetap stabil mendekati rekor tertinggi setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini. Di sisi lain, meningkatnya perang dagang global mendorong investor untuk beralih ke aset safe-haven seperti emas.
Faktor-Faktor Utama yang Mempengaruhi Pergerakan Emas:
🔹 Data Inflasi AS yang Lebih Rendah dari Perkiraan
- Harga konsumen AS naik dengan laju paling lambat dalam empat bulan pada Februari.
- Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga: Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga seperempat poin pada Juni, dengan total pelonggaran sekitar 70 basis poin sepanjang 2025.
- Dampak bagi Emas: Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan aset berbunga, sehingga mendukung kenaikan harga.
🔹 Perang Dagang AS dengan Uni Eropa dan Kanada
- Gedung Putih memberlakukan tarif 25% pada impor baja dan aluminium pada hari Rabu.
- Tindakan balasan langsung dari Uni Eropa dan Kanada meningkatkan risiko eskalasi perang dagang.
- Trump mengancam respons lebih lanjut, memperburuk ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe-haven.
📌 Harga Emas Spot: $2.938,26 per ons pada pukul 8 pagi di Singapura, kurang dari $20 dari rekor tertinggi sepanjang masa bulan lalu.
📌 Kenaikan Emas Tahun Ini: 12% sejak awal 2025.
📌 Logam Mulia Lainnya:
- Perak stabil setelah naik 3,5% dalam dua sesi sebelumnya.
- Platinum dan paladium mencatat kenaikan tipis.
📌 Indeks Bloomberg Dollar Spot: Stabil tanpa perubahan signifikan.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
