Harga emas bergerak naik pada Senin (9/12), didukung oleh laporan bahwa Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) menambahkan 160.000 troy ons emas ke cadangannya pada November, mengakhiri jeda enam bulan dalam pembelian. Langkah ini menjadi sinyal penting setelah periode panjang pembelian emas sebelumnya yang memberikan dukungan kuat pada pasar logam mulia.
Harga emas batangan naik sebanyak 0,6% dan diperdagangkan sedikit di bawah $2.650 per ons, mencerminkan minat berkelanjutan dari Tiongkok sebagai pembeli utama emas global, menurut data dari World Gold Council.
Pembelian ini menunjukkan PBOC terus mendiversifikasi cadangannya dan melindungi nilai terhadap kemungkinan depresiasi mata uang, meskipun harga emas berada pada level tinggi secara historis.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di Suriah, juga berkontribusi terhadap minat pada emas sebagai aset safe haven. Serangan udara AS di Suriah dan kekhawatiran terkait stabilitas regional dapat memperkuat daya tarik logam mulia ini.
Catatan Pasar:
- Emas spot naik 0,4% menjadi $2.643,58 per ons pada pagi hari di Singapura.
- Logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga mencatat kenaikan tipis.
Harga emas tetap lebih dari 25% lebih tinggi sepanjang tahun 2024, meskipun ada penurunan dari puncak tertingginya di atas $2.790 per ons pada Oktober.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
