Harga emas (XAU/USD) bangkit pada Jumat (6/12/2024), setelah sebelumnya menyentuh level terendah lebih dari satu minggu. Emas naik ke level tertinggi intraday di atas $2.640 dalam waktu singkat. Meskipun ada pemulihan, apresiasi harga emas masih terbatas menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis malam ini. Laporan ini diperkirakan akan memberi dampak besar terhadap prospek suku bunga AS dan mempengaruhi daya tarik emas.
Laporan NFP sangat diperhatikan pasar karena hasilnya dapat menjadi panduan bagi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Jika data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari ekspektasi, kemungkinan besar Fed akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan suku bunga cenderung memperkuat Dolar AS (USD) dan melemahkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu, ekspektasi bahwa kebijakan Presiden terpilih AS, Donald Trump, dapat memicu inflasi kembali, turut menjadi faktor yang menekan harga emas. Hal ini, ditambah dengan kebijakan The Fed yang hati-hati dalam memangkas suku bunga, memperburuk sentimen terhadap emas.
Meskipun harga emas sempat pulih, komoditas ini tetap berada pada jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. Data NFP yang akan dirilis malam ini diperkirakan akan memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan harga emas ke depannya, mempengaruhi investor dan prospek pasar global secara keseluruhan.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
