Harga emas menghentikan kenaikannya selama tiga hari karena investor mencermati sinyal terbaru dari Federal Reserve mengenai prospek suku bunga AS.
Harga Pasar
- Spot Gold: Turun 0,6% menjadi $2,311.86 per ons pada pukul 9:29 pagi di Singapura.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot: Sedikit berubah.
- Logam Lainnya: Perak, platinum, dan paladium semuanya melemah.
Pergerakan Pasar
Harga emas melemah setelah Federal Reserve mengindikasikan bahwa mereka hanya berencana untuk menurunkan suku bunga satu kali pada tahun 2024, dibandingkan dengan tiga kali penurunan yang diperkirakan pada bulan Maret. Revisi ini mempengaruhi pasar dengan meningkatkan imbal hasil Treasury dan menguatkan dolar, yang pada gilirannya mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga dan dihargai dalam dolar AS.
Kinerja Emas Tahun Ini
Meskipun mengalami penurunan dari rekor bulan lalu, emas masih naik 12% sepanjang tahun ini. Kenaikan ini didukung oleh permintaan safe haven, pembelian oleh bank sentral, dan konsumen di Tiongkok. Namun, optimisme sebelumnya bahwa The Fed akan segera beralih ke pelonggaran moneter telah melemah di tengah data inflasi yang tetap tinggi.
Prospek Suku Bunga
Sinyal dari The Fed bahwa mereka tidak akan menurunkan suku bunga lebih dari sekali pada tahun 2024 menekan harga emas. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Kesimpulan
Harga emas melemah setelah revisi prospek suku bunga oleh The Fed. Investor sekarang mencermati sinyal lebih lanjut mengenai kebijakan moneter untuk memahami dampaknya pada harga emas di masa mendatang.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
