Harga emas mengalami kenaikan tipis mendekati rekor tertinggi, didorong oleh spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Emas diperdagangkan di sekitar $2.660 per ons setelah naik 1,4% pada minggu sebelumnya, menyusul laporan yang menunjukkan inflasi inti AS hanya naik sedikit pada bulan Agustus. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter oleh Fed, dengan pedagang kini memprediksi sekitar 75 basis poin pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun.
Fokus pasar kini tertuju pada pernyataan Ketua Fed Jerome Powell di konferensi National Association for Business Economics, yang dapat memberikan panduan lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS. Di samping itu, laporan pekerjaan bulan September yang akan dirilis akhir minggu ini diharapkan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang sehat namun mulai moderat, memberikan indikasi tambahan mengenai arah kebijakan Fed.
Emas juga mendapat dukungan dari pembelian bank sentral dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. Pemilihan presiden AS yang semakin dekat, dengan dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan, turut menambah ketidakpastian.
Harga emas spot naik 0,2% menjadi $2.664,74 per ons pada pukul 7:49 pagi di Singapura, mendekati rekor tertinggi $2.685,58 yang dicapai pada hari Kamis. Sementara itu, indeks Bloomberg Dollar Spot stabil, dan harga perak, platinum, serta paladium mengalami kenaikan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
