Harga emas melemah sedikit dari level tertingginya pada Senin (28/10), menyusul serangan Israel terhadap target militer Iran yang dinilai lebih terkendali dari perkiraan. Harga emas batangan diperdagangkan di sekitar $2.739 per ons setelah Israel melakukan serangan udara di sejumlah fasilitas militer di Iran pada Sabtu lalu, dengan sengaja menghindari situs-situs minyak dan nuklir. Respon yang tidak langsung dari pihak Iran ini dianggap mengurangi sebagian besar permintaan aset safe haven.
Para pedagang kini berfokus pada beberapa data ekonomi utama AS yang akan dirilis minggu ini. Laporan inflasi dan data penggajian akan menjadi indikator penting bagi proyeksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, di mana pembacaan ekonomi AS yang kuat telah membuat pasar meredam harapan akan pemotongan suku bunga yang agresif. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah dianggap menguntungkan emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.
Selama tahun 2024, harga emas mengalami kenaikan lebih dari 30%, dengan puncak tertinggi di $2.758,49 yang dicapai pada minggu lalu. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, serta kekhawatiran terkait pemilihan presiden AS mendatang, mendorong lonjakan ini. Manajer keuangan juga ikut memainkan peran, dengan dana lindung nilai yang meningkatkan posisi net-long mereka dalam emas dan investor yang menambah kepemilikan pada dana yang diperdagangkan di bursa.
Harga emas spot turun 0,3% menjadi $2.739,89 per ons pada pukul 7:41 pagi waktu Singapura, setelah ditutup minggu lalu dengan kenaikan 1%. Sementara itu, indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah empat minggu mengalami peningkatan. Paladium memperpanjang kenaikannya, sementara harga perak dan platinum relatif tidak berubah.
Sumber: Bloomberg
