Emas Melonjak, Apa Kabar di Balik Kesepakatan dan Fed?

Harga emas melanjutkan penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah serangkaian pengumuman kebijakan perdagangan dari Presiden AS Donald Trump memicu ketidakpastian baru di pasar global. Dukungan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell dan pelemahan dolar AS juga menambah sentimen positif bagi logam mulia ini.


๐Ÿค Tarif Baru, Kesepakatan Baru

Presiden Trump mengumumkan tarif baru sebesar 15% terhadap produk Jepang dan 19% terhadap produk Filipina, yang menandai “kemajuan” dalam pembicaraan dagang bilateral.
Negosiasi lebih lanjut dengan Tiongkok direncanakan akan berlangsung di Stockholm minggu depan, menjelang tenggat tarif global pada 1 Agustus.


๐Ÿ’ต Dolar Melemah, Imbal Hasil Turun

Kondisi makro juga ikut mendorong harga emas.

  • Dolar AS mengalami pelemahan, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun, meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.

Dukungan dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terhadap Ketua Fed Jerome Powell juga meredam kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap independensi bank sentral.


๐Ÿ›ก๏ธ Emas Semakin Dilirik Sebagai Safe Haven

Sejauh tahun ini, harga emas telah naik sekitar sepertiga, berkat:

  • Ketegangan perdagangan global
  • Konflik di Ukraina dan Timur Tengah
  • Ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed

Meski demikian, emas masih sekitar $70 di bawah rekor tertingginya yang tercapai pada April lalu, yaitu di atas $3.500 per ons.


๐Ÿ“Š Pasar Menanti Data Ekonomi dan Arah The Fed

Fokus pasar kini tertuju pada:

  • Rangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan
  • Pernyataan pejabat Federal Reserve menjelang pertemuan kebijakan moneter minggu depan

๐Ÿ“Œ Kondisi Terkini Pasar Logam Mulia

  • Harga emas spot: stabil di kisaran $3.430 per ons
  • Perak: tidak banyak berubah
  • Platinum dan paladium: mencatatkan penurunan ringan

PT Rifan Financindo Berjangka โ€“ Kvn

Sumber:

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.