Harga emas naik lebih dari 1% pada Jumat (11/10) setelah data inflasi AS memberikan dukungan bagi harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada bulan depan. Sentimen positif ini juga mengakibatkan dolar AS bertahan di bawah level tertingginya baru-baru ini, di samping dukungan dari permintaan safe haven akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Emas spot tercatat naik 1,1% menjadi $2.658,42 per ons pada pukul 1:42 siang waktu bagian Timur AS (1742 GMT), melanjutkan tren kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 1,4% pada $2.676,30 per ons.
Data menunjukkan bahwa harga produsen AS tidak berubah pada bulan September, yang memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan melanjutkan pelonggaran kebijakan suku bunga pada bulan mendatang. Data ini disusul oleh laporan pada Kamis lalu, yang mengungkapkan bahwa kenaikan harga konsumen AS sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan. Namun, inflasi tahunan hanya mencatatkan peningkatan terkecil dalam lebih dari 3,5 tahun.
Dolar AS tetap di bawah level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Jumat. Di pasar fisik, pedagang emas di India mengenakan premi untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir karena meningkatnya permintaan perhiasan jelang musim festival.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan, dengan perak spot naik 1,1% menjadi $31,54 per ons dan platinum naik 1,9% menjadi $986,15 per ons. Keduanya masih berada dalam tren penurunan mingguan. Palladium, di sisi lain, turun 0,5% menjadi $1.063,55 per ons tetapi mencatatkan kenaikan hampir 5% sepanjang minggu.
Sumber: Reuters
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
