Harga emas diperdagangkan lebih tinggi pada sore hari Selasa, didorong oleh pelemahan dolar AS yang memberikan dukungan signifikan terhadap logam mulia ini.
Kenaikan Harga Emas
Emas untuk pengiriman Agustus terakhir terlihat naik $24,90 menjadi $2.381,80 per ons. Logam ini terlihat akan terdorong kembali ke atas $2.400 setelah penurunan minggu lalu, menyusul rekor tertinggi pada 20 Mei di $2.461,70.
Optimisme Pedagang
Kenaikan ini didukung oleh optimisme para pedagang terhadap prospek emas, dengan laporan mingguan Commitments of Traders menunjukkan peningkatan spekulasi jangka panjang. “ETF emas fisik mencatat arus masuk mingguan sebesar 73 koz… (sementara) posisi beli emas bersih CFTC meningkat sebesar 24,6 ribu kontrak menjadi 257 ribu kontrak,” kata RBC Capital Markets. Ini menunjukkan minat yang berkelanjutan dari investor terhadap emas, baik dalam bentuk fisik maupun kontrak berjangka.
Dukungan dari Pelemahan Dolar
Pelemahan dolar AS juga memberikan dorongan tambahan bagi emas. Indeks dolar AS terakhir terlihat turun 0,06 poin menjadi 104,53. Karena emas dihargai dalam dolar, mata uang yang lebih lemah membuat logam ini lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, meningkatkan permintaan global.
Pengaruh Imbal Hasil Treasury
Namun, kenaikan imbal hasil Treasury memberikan beberapa tekanan bearish bagi emas, karena emas tidak menawarkan bunga. Surat utang AS bertenor dua tahun terakhir terlihat membayar 4,985%, naik 2,8 basis poin, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun naik 7,4 basis poin menjadi 4,544%. Meskipun demikian, optimisme umum di pasar emas tampaknya cukup kuat untuk mengimbangi dampak negatif dari imbal hasil yang lebih tinggi.
Harga emas yang stabil di atas $2.300 per ons dan optimisme pedagang terhadap prospek penurunan suku bunga Fed menunjukkan bahwa logam mulia ini dapat terus menarik perhatian investor sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Referensi: MT Newswires
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
