PT Rifan Financindo Berjangka – PT Daaz Bara Lestari Tbk., sebuah perusahaan yang bergerak di perdagangan logam, bijih logam, dan aktivitas holding, mengumumkan rencananya untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO). Melalui pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan ini berharap dapat meraih dana hingga Rp 270 miliar untuk memperkuat bisnisnya.
Rencana IPO dan Kode Saham DAAZ
Daaz Bara Lestari akan menggunakan kode DAAZ untuk perdagangan sahamnya di BEI. Perusahaan berencana melepas sebanyak 300.000.000 saham biasa dengan nominal Rp 100, yang setara dengan 15,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga penawaran Rp 835 hingga Rp 900, target penggalangan dana ini diperkirakan mencapai Rp 270 miliar, yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja dan ekspansi bisnis.
Alokasi Dana IPO
Sesuai dengan prospektus, seluruh dana IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Rencana alokasi dana terbagi sebagai berikut:
- Biaya Tenaga Kerja dan Logistik: Sebagian dana akan dialokasikan untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk biaya tenaga kerja dan logistik.
- Pinjaman kepada Anak Perusahaan: Sebanyak 66,66% dari dana yang diperoleh akan disalurkan sebagai pinjaman kepada dua anak perusahaan, yaitu PT Bara Makmur Dwitama (BMD) dan PT Indo Lautan Energi (ILE), masing-masing mendapatkan porsi 50% dari pinjaman ini. Dana ini diharapkan dapat memperkuat operasional dan ekspansi kedua anak perusahaan tersebut.
Struktur Pemegang Saham dan Pengendali Perusahaan
Pemegang saham utama Daaz Bara Lestari adalah PT Daaz Nusantara Abadi, yang dikendalikan oleh Erwin Sutanto sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner). Erwin Sutanto, tokoh utama di balik DAAZ, juga merupakan salah satu pengendali di PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX), perusahaan terbuka yang bergerak di sektor energi. Pengaruh Erwin Sutanto sebagai pengendali di dua perusahaan ini menunjukkan potensi sinergi yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan DAAZ dan bisnis-bisnis terkait.
Penunjukan Underwriter dan Proses Penawaran Saham
Untuk memuluskan proses IPO, Daaz Bara Lestari menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) yang akan membantu perusahaan dalam seluruh rangkaian kegiatan IPO hingga pencatatan di BEI. Henan Putihrai Sekuritas memiliki pengalaman yang kuat di bidang ini, yang dapat memberikan keyakinan tambahan kepada para calon investor.
Jadwal Pelaksanaan IPO Daaz Bara Lestari
Berikut ini adalah jadwal lengkap pelaksanaan IPO Daaz Bara Lestari:
- Masa Penawaran Awal: 11 – 18 Oktober 2024
- Tanggal Efektif: 30 Oktober 2024
- Masa Penawaran Umum: 1 – 7 November 2024
- Tanggal Penjatahan: 7 November 2024
- Tanggal Distribusi Saham Elektronik: 8 November 2024
- Tanggal Pencatatan di BEI: 11 November 2024
Implikasi bagi Investor
Rencana IPO Daaz Bara Lestari memberikan peluang baru bagi investor yang ingin terlibat di sektor perdagangan logam dan bijih logam, terutama mengingat peran pentingnya dalam industri dan hubungan strategis dengan anak perusahaan dan perusahaan lain yang dipimpin oleh Erwin Sutanto. Dengan prospek pengembangan bisnis melalui alokasi dana IPO, saham DAAZ dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang mencari potensi keuntungan di tengah volatilitas pasar.
Namun, calon investor disarankan untuk mencermati laporan keuangan, prospek industri logam di Indonesia, serta memantau informasi terbaru mengenai aksi korporasi dan rencana ekspansi perusahaan. Dengan pemahaman yang baik terhadap kondisi pasar dan pergerakan saham, investor dapat mengambil langkah yang lebih bijaksana dalam memanfaatkan kesempatan IPO ini.
Artikel ini menyajikan gambaran lengkap mengenai IPO Daaz Bara Lestari Tbk., sekaligus menjadi referensi penting bagi investor dalam memahami dinamika terkini di pasar modal dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan investasi.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
