Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa pagi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal positif terkait kelanjutan negosiasi tarif dengan mitra dagang utama, termasuk Uni Eropa. Pernyataan ini sedikit meredakan kekhawatiran pasar, namun sekaligus menimbulkan pertanyaan: apakah emas akan melanjutkan reli atau justru mengalami koreksi lebih lanjut?
Harga spot emas naik tipis 0,1% menjadi $3.348,70 per troy ounce pada pukul 09:15 waktu Singapura, setelah turun 0,4% pada sesi sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, setelah menguat 0,3% sehari sebelumnya.
🟡 Ketidakpastian Membayangi Arah Emas
Pernyataan Trump soal keterbukaan terhadap negosiasi memperpanjang ketidakpastian arah kebijakan dagang AS. Meski sebelumnya Trump menyebut surat tarif sebagai bentuk “kesepakatan” yang menekan mitra dagang, langkah diplomatik ini justru mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
“Pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi. Jika pembicaraan dagang kembali memburuk sebelum batas waktu 1 Agustus, maka emas sangat mungkin menguji kembali level rekor sebelumnya,” ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index.
📈 Kinerja Emas Masih Kuat, Tapi Momentum Mulai Loyo
Sejak awal tahun, emas telah naik lebih dari 25% dan sempat menyentuh rekor tertinggi di atas $3.500 per ounce pada bulan April. Lonjakan harga tersebut didorong oleh:
- Ketegangan geopolitik,
- Kebijakan tarif Trump yang agresif,
- Pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.
Namun, reli harga mulai terhenti dalam tiga bulan terakhir, seiring investor yang enggan membeli di harga tinggi sambil menunggu kejelasan dari peta jalan perdagangan global.
💡 Logam Mulia Lainnya
- Perak sedikit menguat setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 14 tahun, meski ditutup melemah kemarin.
- Paladium menguat, sementara platinum stagnan.
🔎 Kesimpulan: Tunggu dan Lihat Jelang Agustus
Dengan pasar yang kini berada dalam mode “wait and see”, arah harga emas selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika negosiasi perdagangan serta sinyal kebijakan suku bunga dari Federal Reserve. Jika ketidakpastian kembali meningkat, emas tetap menjadi aset favorit pelindung nilai di tengah turbulensi ekonomi global.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
Sumber:
