Harga emas batangan melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, mencapai $2.696,78 per ons. Peningkatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah Israel mengklaim telah membunuh pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, yang terkait dengan serangan di Israel selatan. Konflik ini terus memicu kekhawatiran investor, yang beralih ke emas sebagai aset safe haven.
Di sisi ekonomi, data AS menunjukkan penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan September, sementara klaim pengangguran menurun setelah sebelumnya naik akibat Badai Helene. Kondisi ini membuat pasar tetap berspekulasi tentang potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, yang biasanya menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan bunga.
Emas telah meningkat lebih dari 30% sepanjang tahun ini, didukung oleh optimisme pemotongan suku bunga dan pembelian besar dari bank sentral. Meski menghadapi ketidakpastian terkait pemilu AS yang akan datang, baik di bawah pemerintahan Donald Trump atau Kamala Harris, emas diperkirakan akan tetap mendapat dukungan dari investor.
Harga emas spot berakhir dengan kenaikan 0,7% di $2.692,71 per ons di New York.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
