Logam mulia terus melesat ke rekor tertinggi seiring gejolak geopolitik dan ekonomi, termasuk pelemahan dolar, ancaman terhadap independensi The Fed, serta ketegangan dagang yang berlanjut.
๐ Sorotan Utama:
๐ธ Emas Spot Naik ke $3.444,05/oz
- Naik 0,6% di perdagangan Asia (Selasa, 22 April).
- Melanjutkan kenaikan 2,9% dari hari sebelumnya.
- Level tertinggi sepanjang sejarah.
๐ธ Pelemahan Dolar AS
- Dolar jatuh ke level terendah sejak akhir 2023.
- Ketidakpastian meningkat setelah Trump mempertimbangkan pemecatan Ketua The Fed, Jerome Powell.
๐ธ Ketegangan Politik & Moneter
- Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, peringatkan risiko mempolitisasi kebijakan moneter.
- Analis: Ketidakpastian terhadap The Fed dapat menggerus kepercayaan pasar, mendorong minat ke emas.
๐ธ Permintaan Global Kuat
- ETF berbasis emas mencatat arus masuk selama 12 minggu berturut-turut.
- Bank sentral global terus menambah cadangan emas.
๐ธ Konflik Dagang Meningkat
- Tiongkok memperingatkan negara lain untuk tak tunduk pada tekanan dagang AS.
- IMF akan merilis proyeksi ekonomi terbaru minggu ini โ diperkirakan negatif.
๐ธ Proyeksi Optimis dari Goldman Sachs
- Harga emas diprediksi mencapai $4.000/oz pada pertengahan 2026.
๐ฐ Pergerakan Logam Lain
- Perak & Platinum: Menguat tipis.
- Paladium: Melemah.
๐ Kesimpulan
Emas makin menjadi primadona di tengah ketidakpastian global. Tekanan terhadap kebijakan moneter, konflik dagang, dan pelemahan dolar membentuk latar yang kondusif bagi reli emas lebih lanjut.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
