Harga emas mengalami sedikit pemulihan pada akhir sesi perdagangan Amerika Utara hari Rabu. Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter perlu tetap ketat karena meningkatnya tekanan inflasi dan ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump. XAU/USD diperdagangkan pada $2.897, hampir tidak berubah.
Emas Bertahan di Tengah Inflasi AS yang Meningkat
Harga emas menghentikan tren penurunannya setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi melonjak di atas 3%, mengindikasikan bahwa Federal Reserve mungkin akan menunda pelonggaran kebijakan moneter lebih lama dari yang diharapkan.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Berubah
Minggu lalu, kontrak berjangka suku bunga dana federal Desember menunjukkan bahwa pedagang mengantisipasi pelonggaran sebesar 40 basis poin (bps). Namun, setelah laporan inflasi terbaru, ekspektasi ini disesuaikan menjadi hanya 30 bps pemotongan suku bunga pada akhir tahun.
Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Bereaksi
Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik sembilan setengah basis poin menjadi 4,635%. Imbal hasil riil AS, yang berkorelasi terbalik dengan harga emas, melonjak hampir sembilan bps hingga 2,157%, memberikan tekanan bagi XAU/USD. Sementara itu, Dolar AS (USD) menghapus kenaikan pasca-IHK dan berada di 107,98, sebagaimana digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY).
Pernyataan Ketua Fed dan Pejabat Bank Sentral
Ketua Fed Jerome Powell dalam kesaksiannya di DPR AS menyatakan bahwa upaya untuk mengendalikan inflasi belum selesai. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyampaikan bahwa jika ekonomi berkembang sesuai harapan, inflasi dapat mencapai target 2% pada tahun 2026. Sementara itu, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan bahwa data inflasi terbaru menunjukkan bahwa “pekerjaan jelas belum selesai.”
Permintaan Emas dari Bank Sentral Meningkat
World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa bank sentral telah membeli lebih dari 1.000 ton emas selama tiga tahun berturut-turut hingga 2024. Setelah kemenangan elektoral Trump, pembelian emas oleh bank sentral melonjak lebih dari 54% dari tahun ke tahun menjadi 333 ton.
Prospek Pasar Emas ke Depan
- Emas menghentikan kerugian meskipun CPI AS melonjak di atas 3% pada Januari.
- Pedagang memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga Fed menjadi hanya 30 bps untuk tahun 2025.
- Dolar AS menghapus kenaikan setelah Powell dan pejabat Fed tetap bersikap hawkish.
Sumber: Fxstreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
