Harga emas stabil setelah mengalami sedikit penurunan, diperdagangkan mendekati $2.660 per ons. Penurunan ini disebabkan oleh data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang meredam harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga 50 basis poin oleh Federal Reserve pada pertemuan mendatang. Pada hari Rabu, harga emas ditutup turun 0,2%.
Angka penggajian nonpertanian yang akan dirilis pada hari Jumat menjadi data penting berikutnya yang akan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi AS. Hasil ini dapat memengaruhi ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter Fed ke depan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga lebih diminati dalam kondisi suku bunga yang rendah.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik hampir 30%, menyentuh rekor tertinggi berulang kali. Selain harapan akan penurunan suku bunga, harga emas juga didukung oleh pembelian kuat dari bank sentral dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Konflik yang memburuk antara Israel dan Iran turut memicu kekhawatiran investor, yang dapat semakin mendukung harga emas jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat.
Pada pukul 7:47 pagi di Singapura, harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi $2.660,02 per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $2.685,58 yang dicapai pada 26 September. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil, sementara perak, platinum, dan paladium semuanya sedikit naik.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
