Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 0,18% selama sesi Amerika Utara pada Senin (16/9), didukung oleh pelemahan Dolar AS seiring para pedagang menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu. Emas diperdagangkan pada $2.582 per ons setelah pulih dari level terendah harian di $2.576.
Ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga yang lebih besar oleh Fed semakin menguat, dengan peluang pemangkasan 50 basis poin (bps) meningkat dari 50% menjadi 59%, menurut CME FedWatch Tool. Peluang untuk pemangkasan 25 bps diperkirakan sebesar 41%. Penurunan imbal hasil Treasury AS, khususnya obligasi 10 tahun yang turun dua setengah basis poin menjadi 3,631%, juga memberikan dorongan bagi emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Pelemahan Dolar AS semakin terlihat, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,36% menjadi 100,74, yang turut mendukung kenaikan harga emas.
Di sisi geopolitik, risiko eskalasi konflik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian, sementara upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah melemahkan Greenback, menurut Bloomberg.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
