IHSG Nyaris Balik Arah ke Zona Merah, Dipengaruhi Gerak Saham-Saham Ini

PT Rifan Financindo Berjangka – Pada perdagangan sesi I, Selasa (17/9/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang tipis, meski masih berhasil bertahan di zona hijau. Pelaku pasar tengah menantikan keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada pekan ini, membuat pergerakan IHSG berada dalam kondisi “wait and see.”

IHSG Naik Tipis, Bertahan di Level 7.800

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG mencatat kenaikan tipis sebesar 0,09%, menguat ke posisi 7.819. Meskipun kenaikannya kecil, IHSG berhasil bertahan di level psikologis 7.800 pada sesi perdagangan hari ini. Volume transaksi mencapai Rp 6,3 triliun, dengan 14 miliar saham berpindah tangan dalam 745.630 transaksi. Dari sisi performa saham, 305 saham mengalami penguatan, 260 saham melemah, dan 226 saham cenderung stagnan.

Sektor Infrastruktur Jadi Penekan, Teknologi Menahan Koreksi

Secara sektoral, sektor infrastruktur menjadi penekan utama bagi IHSG pada sesi I dengan penurunan sebesar 0,74%. Di sisi lain, sektor teknologi memberikan dorongan positif dan menahan koreksi IHSG dengan kenaikan sebesar 2,16%. Hal ini mencerminkan bahwa beberapa sektor tertentu masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian pasar, terutama sektor teknologi yang banyak diminati investor.

Saham-Saham yang Menekan dan Menahan Koreksi IHSG

Di antara saham yang memberikan tekanan besar pada IHSG adalah saham dari perusahaan energi terbarukan Grup Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), serta saham pertambangan Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Kedua saham ini menyumbang penurunan masing-masing sebesar 23,7 poin dan 5,3 poin terhadap IHSG.

Namun, beberapa saham perbankan dan teknologi berhasil menahan koreksi lebih lanjut pada IHSG. Di antaranya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyumbang kenaikan sebesar 15,6 poin, dan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyumbang 9,1 poin. Saham-saham ini memberikan kontribusi positif dan menjaga IHSG tetap berada di level hijau.

Pasar Menanti Keputusan The Fed dan BI

Pasar saat ini berada dalam posisi “wait and see” menjelang pengumuman kebijakan suku bunga dari The Fed dan BI pada pekan ini. The Fed dijadwalkan merilis keputusan suku bunga pada Kamis dini hari waktu Indonesia, setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Selain itu, mereka juga akan merilis Summary Economic Projections (SEP), termasuk dot plot matrix yang memberikan gambaran arah kebijakan suku bunga ke depan.

Survei dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pelaku pasar hampir 100% yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya, dengan kemungkinan penurunan sebesar 25 hingga 50 basis poin. Pemangkasan ini diharapkan oleh pelaku pasar, mengingat data inflasi produsen dan konsumen yang terus menunjukkan penurunan, serta stabilitas inflasi PCE dan tingginya tingkat pengangguran di AS.

Proyeksi Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada pada kisaran 5,25%-5,50%. Jika benar-benar terjadi pemangkasan, hal ini akan disambut positif oleh pasar, terutama dalam jangka panjang. Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan likuiditas pasar dan mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti perbankan, properti, dan teknologi.

Ekspektasi Terhadap Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia

Selain The Fed, BI juga akan mengumumkan kebijakan suku bunganya pada Rabu siang (18/9/2024). Saat ini, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tengah berlangsung dan akan berakhir dengan pengumuman suku bunga acuan BI. Pelaku pasar masih terbelah dalam ekspektasi mereka, sebagian memprediksi BI akan menurunkan suku bunga, mengingat inflasi dan nilai tukar rupiah yang stabil. Namun, sebagian lainnya yakin BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,25%, yang telah dipertahankan sejak Agustus 2024.

Mengapa Berita Ini Penting bagi Investor?

Memahami perkembangan terkini di pasar keuangan, seperti kebijakan suku bunga dari The Fed dan BI, sangat penting bagi investor untuk menentukan strategi investasi mereka. Pergerakan suku bunga dapat memengaruhi berbagai instrumen investasi, termasuk saham, obligasi, dan properti. Dengan mengikuti berita dan tren pasar secara aktif, investor dapat menyesuaikan portofolio mereka untuk memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian pasar global.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.