CBRE Sentuh Auto Reject Atas Tiga Hari Beruntun
Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kembali mencetak prestasi luar biasa dengan tiga kali berturut-turut menyentuh auto reject atas (ARA).
Pada perdagangan Kamis (4/9/2025), CBRE naik 25% sejak awal perdagangan.
Kenaikan Fantastis Sepanjang Tahun
Dalam sebulan terakhir, CBRE melesat 254,9%, sementara sepanjang tahun berjalan saham ini sudah melonjak 1.805,26% hingga berada di level Rp362 per saham.
Antrean pembelian pun menumpuk di kolom permintaan, tercatat 1,2 juta lot, dengan 1,12 juta lot di antaranya memasang harga di Rp362.
Struktur Kepemilikan Saham CBRE
Penerima manfaat terakhir CBRE adalah Suganto Gunawan, yang mengendalikan perusahaan melalui PT Omudas Investment Holdco dengan porsi kepemilikan 61,13%.
Selain itu, PT Republik Capital Indonesia juga tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi 11,3%.
Aksi Korporasi: Akuisisi Kapal Strategis
Sebelumnya, CBRE dikabarkan telah menuntaskan akuisisi kapal pipe-laying & lifting vessel milik Hilong Shipping Holding Limited (HSHL).
Akuisisi ini diyakini dapat memperkuat posisi CBRE dalam bisnis energi lepas pantai sekaligus menambah aset strategis di sektor migas.
Sinergi dengan Hafar Offshore Group
Masuknya kapal baru ini juga membuka peluang sinergi dengan Hafar Offshore, perusahaan yang masih berada dalam lingkar bisnis pengusaha Happy Hapsoro.
Hafar dikenal sebagai pemain jasa offshore domestik, khususnya dalam pengerjaan proyek pipa bawah laut dan infrastruktur energi. Dengan tambahan kapal tersebut, peluang kolaborasi di proyek migas nasional semakin terbuka.
Implikasi untuk Investor
Lonjakan harga saham CBRE yang spektakuler tentu menarik perhatian investor ritel. Namun ada beberapa hal penting yang perlu dicermati:
- Volatilitas Tinggi: Saham yang sudah naik ribuan persen rawan aksi profit taking.
- Fundamental vs Spekulasi: Kenaikan tajam harus diimbangi dengan kinerja bisnis nyata dari aksi akuisisi kapal.
- Momentum Jangka Pendek: Antrean besar di kolom permintaan bisa menjadi katalis teknikal, tetapi risiko koreksi juga besar.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
