Jakarta, 13 Juni 2025 – Harga emas mengalami koreksi tipis pada Jumat (13/6), setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 April. Meskipun terkoreksi, harga emas tetap bertahan di atas level psikologis $3.400 per ons menjelang pembukaan sesi Eropa.
Pergerakan harga emas ini terjadi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran atas kebijakan perdagangan global terus membebani sentimen pasar. Akibatnya, investor cenderung menghindari aset berisiko dan kembali ke aset safe haven seperti emas.
Di sisi lain, prospek pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve tahun depan menjadi faktor pendukung utama kenaikan harga logam mulia. Ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lebih lanjut pada 2025 semakin menguat seiring tanda-tanda pelemahan inflasi di Amerika Serikat.
Namun, penguatan dolar AS membatasi penguatan lebih lanjut harga emas. Dolar berhasil rebound dari level terendahnya sejak Maret 2022, sehingga menahan minat beli emas bagi investor global yang menggunakan mata uang selain dolar.
Faktor Penggerak Harga Emas Saat Ini:
- 🔺 Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
- 🔺 Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2025
- 🔺 Ketidakpastian kebijakan perdagangan global
- 🔻 Rebound dolar AS menekan permintaan emas
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, prospek jangka menengah emas tetap kuat dengan dukungan fundamental makro dan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
