Harga emas dunia naik tipis pada Kamis pagi, didukung oleh pelemahan dolar AS dan menurunnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Emas spot sempat menyentuh level $3.340 per troy ounce, naik 0,2% pada pukul 11:38 WIB, memperpanjang tren positif dalam beberapa hari terakhir.
๐ Fokus Pasar: Geopolitik dan The Fed
Investor mencermati perkembangan terbaru dari pernyataan Presiden Donald Trump, yang mengatakan konflik antara Iran dan Israel telah mereda dan bahwa pertemuan diplomatik antara pejabat kedua negara dijadwalkan minggu depan. Meskipun Trump menyambut baik langkah tersebut, ia mengingatkan bahwa “potensi pertempuran tetap ada.”
Ketegangan geopolitik yang lebih tenang memang mengurangi tekanan risiko global, namun di sisi lain, pelemahan dolar AS turut mendorong daya tarik emas. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,3%, membuat emas relatif lebih murah bagi pembeli global dan menopang harga logam mulia.
๐ฌ Kebijakan The Fed Masih Jadi Kunci
Pasar kini mengalihkan perhatian ke arah kebijakan Federal Reserve. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa pihaknya masih menilai dampak tarif Trump terhadap inflasi. Namun, bila tekanan harga tetap rendah, peluang pemangkasan suku bunga bisa datang lebih cepat dari perkiraan.
Hal ini menjadi katalis tambahan bagi emas, yang biasanya menguat di tengah imbal hasil rendah karena tidak memberikan bunga.
๐ Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan kinerja solid:
- Paladium melonjak lebih dari 5%, mencetak reli intraday yang kuat.
- Platinum mendekati level tertingginya dalam satu dekade.
- Perak naik 0,3%, memperkuat sentimen positif di pasar logam mulia.
๐ Outlook Pasar
Meskipun reli emas sejak awal tahun mulai melandai, logam ini masih ditopang oleh:
- Pembelian bank sentral yang terus berlangsung,
- Ekspektasi penurunan suku bunga di paruh kedua 2025,
- Dan ketidakpastian global yang belum sepenuhnya reda.
Dengan harga masih $160 di bawah rekor tertinggi April, analis menilai potensi kenaikan masih terbuka lebar apabila muncul kembali tekanan ekonomi atau konflik geopolitik.
Kesimpulan:
Emas tetap menjadi aset strategis di tengah ketidakpastian global. Pasar kini menanti arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik Timur Tengah sebagai penentu pergerakan selanjutnya.
Sumber: Newsmaker, Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
