Harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa di atas $3.200 per ons pada Jumat (11/4), dipicu oleh kekhawatiran mendalam atas dampak tarif global dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
🔍 Sorotan Utama:
🔸 Kenaikan Spektakuler Emas
- Emas batangan naik hingga 1,3% dalam perdagangan awal Asia.
- Ditutup naik lebih dari 3% selama beberapa hari berturut-turut.
- Spot gold kini di $3.215,73 per ons, mencatat kenaikan mingguan hampir 6%.
🔸 Ketidakpastian Tarif Menjadi Pemicu Utama
- Agenda tarif Trump yang berubah-ubah menciptakan kepanikan di Wall Street.
- Tarif pada semua impor Tiongkok kini naik jadi minimal 145%.
- Jeda 90 hari tidak menghapus kekhawatiran akan resesi global.
🔸 Sinyal dari The Fed dan Inflasi Mendorong Momentum
- Inflasi AS mendingin → harapan pemangkasan suku bunga bertambah.
- Pasar kini memprediksi tiga hingga empat kali pemotongan suku bunga tahun ini.
- Suku bunga rendah mendukung emas, karena logam ini tidak menghasilkan bunga.
🔸 Dukungan dari UBS dan Bank Sentral
- Dominic Schnider (UBS): “Kami tetap sangat positif terhadap emas.”
- Prediksi: Langkah Fed selanjutnya akan jadi pemicu lanjutan kenaikan emas.
- Pembelian emas oleh bank sentral juga jadi pendorong kuat sepanjang tahun.
📉 Bloomberg Dollar Spot Index: Turun untuk hari keempat.
📊 Logam lain: Perak & platinum naik, paladium datar.
📌 Kesimpulan
Emas bersinar terang di tengah badai geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan. Dengan momentum kuat dari kebijakan The Fed, pembelian bank sentral, dan kekhawatiran tarif, harga $3.300 bisa jadi target berikutnya.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
