Harga emas bertahan stabil setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menahan diri untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga. The Fed tetap pada sikap hati-hati, menunggu lebih banyak bukti bahwa inflasi terus mereda sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya.
Faktor Penggerak Pasar
- Sikap The Fed terhadap Suku Bunga
- The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam keputusan terbarunya.
- Powell menegaskan bahwa ekonomi AS tetap kuat dan biaya pinjaman tidak lagi menjadi hambatan utama bagi aktivitas ekonomi.
- Pedagang swap kini memperkirakan total pemangkasan suku bunga sebesar 43 basis poin pada tahun ini, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebesar 48 basis poin.
- Dampak Kebijakan Trump
- Ancaman tarif impor dan janji pemotongan pajak dari Presiden Donald Trump dapat meningkatkan tekanan inflasi.
- Powell menyatakan bahwa The Fed masih dalam mode “wait-and-see” terkait kebijakan pemerintahan baru dan dampaknya terhadap ekonomi.
- Imbal Hasil Obligasi dan Dolar AS
- Dolar AS melemah 0,2%, memberikan sedikit dukungan bagi harga emas.
- Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Pergerakan Harga Logam Mulia
- Harga emas spot: Sedikit berubah di $2.759,39 per ons pada pukul 8:16 pagi waktu Singapura.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot: Turun 0,2%.
- Perak: Stabil.
- Platinum dan paladium: Naik tipis.
Outlook Pasar
Dengan sikap The Fed yang lebih hati-hati dalam memangkas suku bunga dan ketidakpastian kebijakan ekonomi Trump, emas dapat tetap dalam tren positif sebagai aset safe haven. Namun, jika ekspektasi pemangkasan suku bunga terus berkurang, emas mungkin menghadapi tekanan dalam waktu dekat.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
