Harga emas stabil mendekati rekor tertinggi seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga emas saat ini adalah:
- Ancaman Tarif AS: Presiden Donald Trump berencana mengenakan tarif hingga 25% pada impor mobil, semikonduktor, dan farmasi. Pengumuman resmi dijadwalkan pada 2 April, meskipun ada spekulasi bahwa ancaman ini lebih bersifat taktik negosiasi.
- Ketegangan Geopolitik: Pertemuan pejabat AS dan Rusia mengenai perang di Ukraina memicu kekhawatiran pasar. Selain itu, kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Rusia menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut di Eropa dan Kyiv.
- Prediksi Kenaikan Harga Emas: Goldman Sachs Group Inc. menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi $3.100 per ons. Bank tersebut menyebutkan bahwa permintaan bank sentral yang lebih tinggi dari perkiraan akan menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga.
- Potensi Lonjakan Lebih Lanjut: Jika ketidakpastian kebijakan ekonomi terus meningkat, termasuk dalam aspek tarif, harga emas diperkirakan dapat mencapai $3.300 per ons karena meningkatnya posisi spekulatif investor.
- Kondisi Pasar: Harga emas spot turun 0,1% menjadi $2.934,16 per ons pada pukul 8:06 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah naik 0,2% pada hari Selasa. Sementara itu, harga perak, platinum, dan paladium relatif tidak berubah.
- Kebijakan Moneter AS: Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap ketat sampai ada kemajuan lebih lanjut dalam pengendalian inflasi. Suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
