Harga emas tetap stabil pada Selasa (9/1), dengan para pelaku pasar memantau potensi dampak kebijakan perdagangan di bawah pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump.
Faktor Utama Pergerakan Harga:
- Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan Trump:
- Trump membantah laporan bahwa dia akan melunakkan rencana tarifnya. Ketidakpastian ini memengaruhi sentimen pasar, mendorong beberapa aset safe-haven.
- Dinamika Dolar dan Imbal Hasil Treasury:
- Dolar AS melemah setelah kerugian 0,6% pada sesi sebelumnya, memberikan dukungan moderat untuk emas.
- Imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi sejak Mei, yang cenderung menjadi hambatan bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.
- Revisi Prospek Harga Emas:
- Goldman Sachs menunda proyeksi emas mencapai $3.000 per ons hingga pertengahan 2026, mencerminkan ekspektasi pemangkasan Fed yang lebih lambat.
- Data menunjukkan taruhan bullish pada emas oleh dana lindung nilai telah turun ke level terendah dalam enam bulan.
- Performa Logam Lainnya:
- Harga perak, platinum, dan paladium stabil di tengah sentimen pasar yang hati-hati.
Harga Terbaru:
- Emas spot: Turun 0,1% menjadi $2.633,61 per ons (8:23 pagi waktu Singapura).
- Indeks Bloomberg Dollar Spot: Datar setelah pelemahan pada sesi sebelumnya.
Sorotan Data Minggu Ini:
Investor menantikan:
- Laporan pekerjaan AS (Jumat): Diperkirakan menunjukkan pasar tenaga kerja yang moderat namun tetap kuat.
- Risalah rapat Fed Desember: Akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga untuk 2025.
Konteks Pasar:
Tahun 2024, emas mencatat kenaikan tahunan 27%, didukung pelonggaran moneter AS dan ketegangan geopolitik. Namun, momentum tersebut mulai melemah setelah pemilu AS yang mendorong penguatan dolar.
Kesimpulan:
Stabilitas emas mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan Trump dan arah kebijakan moneter AS. Data ekonomi minggu ini akan menjadi penentu utama arah pergerakan emas dalam waktu dekat.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
