Harga emas memangkas kenaikan sebelumnya setelah rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang menunjukkan kinerja lebih kuat dari perkiraan. Laporan ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury, menekan logam mulia.
Sorotan Data NFP Desember:
- Peningkatan Tingkat Perekrutan:
- Laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa tingkat perekrutan naik signifikan pada bulan Desember, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS.
- Penurunan Tingkat Pengangguran:
- Tingkat pengangguran turun secara tak terduga, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat meskipun ada tekanan ekonomi.
Dampak pada Kebijakan Fed:
- Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama guna mengendalikan inflasi.
- Suku bunga yang lebih tinggi sering menjadi hambatan bagi harga emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, membuatnya kurang menarik bagi investor.
Pergerakan Harga:
- Emas spot:
- Turun sebanyak 0,1% setelah rilis data, sebelum pulih sedikit menjadi $2.670,84 per ons pada pukul 8:39 pagi waktu New York.
Kesimpulan:
Data NFP yang solid menegaskan ketahanan ekonomi AS, memberikan tekanan pada emas sebagai aset safe haven. Namun, ketidakpastian seputar inflasi dan prospek kebijakan moneter Fed tetap menjadi pendorong utama pergerakan harga emas dalam beberapa waktu mendatang.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
