Jakarta, 1 Juli 2025 — Harga emas dunia berhasil bangkit dari posisi terendah dalam lebih dari sebulan pada perdagangan Senin (1/7), seiring pelemahan dolar AS yang memberikan angin segar bagi logam mulia ini.
Harga emas spot naik 0,3% menjadi $3.281,65 per troy ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 29 Mei. Emas berjangka AS juga menguat 0,2% ke posisi $3.293,30 per ounce.
🔻 Dolar Turun, Emas Terangkat
Pelemahan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,2% membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri dan turut menopang pergerakan harga. Sementara itu, pasar saham Asia dan futures Wall Street bergerak menguat karena sentimen risiko mulai membaik.
Menurut Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade, meredanya kekhawatiran terhadap perang dagang AS–Tiongkok serta konflik Iran–Israel telah mendorong investor untuk kembali ke aset berisiko, mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
🤝 Gencatan Senjata dan Perkembangan Dagang
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa AS dan Tiongkok telah menyelesaikan isu seputar pengiriman mineral tanah jarang, serta beberapa kesepakatan dagang lainnya yang ditargetkan rampung sebelum 1 September.
Namun, tensi tetap ada. Presiden Donald Trump menangguhkan pembicaraan dagang dengan Kanada, menuduh negara tersebut merugikan perusahaan teknologi AS. Trump bahkan berencana menetapkan tarif baru dalam sepekan ke depan, memicu kekhawatiran akan munculnya perang dagang baru.
📉 Level Support Jadi Sorotan
Waterer menambahkan bahwa area $3.250 menjadi level support krusial. Jika level ini ditembus, bukan tidak mungkin harga emas akan turun lebih jauh ke $3.200.
📈 Logam Mulia Lain
- Perak turun tipis 0,1% ke $36,02 per ons
- Platinum naik 1% ke $1.353,13 per ons
- Palladium menguat 0,2% ke $1.135,48 per ons
Kesimpulan:
Meski emas masih bergerak dalam tekanan setelah reli awal tahun yang kuat, pelemahan dolar dan kestabilan geopolitik menjadi faktor penting yang bisa mendorong pemulihan harga dalam jangka pendek. Pasar kini mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika dagang global sebagai penentu lanjutan.
Sumber: Reuters
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
