Harga emas berfluktuasi pada sesi perdagangan Amerika Utara, Rabu (4/12/2024), meskipun sedikit menguat setelah sejumlah data ekonomi AS yang beragam. Emas (XAU/USD) diperdagangkan pada level $2.652, naik 0,35%, namun tetap menunjukkan ketidakpastian seiring pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Powell mengungkapkan bahwa perekonomian AS dalam kondisi yang baik, dan meskipun ada kemajuan, dia menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan terhadap inflasi. Bank Sentral AS cenderung akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneter ke depan. Powell juga menjelaskan bahwa meskipun pemotongan suku bunga pada September lalu bertujuan untuk mendukung pasar tenaga kerja, inflasi yang lebih sulit dari perkiraan tetap menjadi perhatian utama, dengan angka inflasi yang jauh di atas target 2% yang diinginkan oleh The Fed.
Selain Powell, pejabat The Fed lainnya juga memberikan pernyataan yang mempengaruhi pandangan pasar. Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyarankan bahwa The Fed mungkin segera memperlambat atau menghentikan pemotongan suku bunga, dengan keyakinan bahwa inflasi dapat kembali ke target 2% dalam dua tahun ke depan. Di sisi lain, Presiden Richmond Fed, Thomas Barkin, menyebutkan bahwa risiko inflasi dan pasar tenaga kerja saat ini tampaknya seimbang.
Dengan latar belakang ketidakpastian inflasi dan pengaruh kebijakan The Fed, emas tetap menghadapi tekanan. Para investor kini menantikan laporan klaim pengangguran AS yang dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang, sebagai indikator penting bagi kondisi pasar tenaga kerja dan potensi dampaknya terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
