Harga emas tetap stabil pada $2.637,32 per ons pada Jumat pagi, dengan aktivitas pasar yang terbatas karena liburan Thanksgiving di AS. Investor sedang mengevaluasi prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Ukraina.
Pasar swap menunjukkan kemungkinan lebih dari 60% bahwa Fed akan memangkas suku bunga dalam pertemuan mendatang. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung logam mulia, yang tidak menawarkan imbal hasil tetapi menjadi lebih menarik sebagai aset safe haven.
Namun, harga emas mengalami tekanan sepanjang minggu, dengan penurunan sekitar 3% akibat pengurangan risiko geopolitik setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Meski begitu, ketegangan baru muncul di Ukraina, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan potensi serangan rudal balistik ke Kyiv.
Secara tahunan, emas masih mencatat kenaikan hampir 30%, didukung oleh pembelian bank sentral, kekhawatiran geopolitik, dan pelonggaran moneter Fed. Setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS yang mendorong penguatan dolar, emas menghadapi tantangan dari kenaikan biaya bagi pembeli di luar AS. Namun, dengan Indeks Bloomberg Dollar Spot mencatat penurunan mingguan pertamanya dalam delapan minggu sebesar 1%, emas dapat kembali mendapatkan momentum jika tren ini berlanjut.
Selain emas, harga perak tetap stabil, sementara platinum dan paladium mengalami sedikit pelemahan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
