Harga emas kembali menguat pada Rabu (27/11) setelah sebelumnya turun ke level terendah mingguan di $2.605 per ons, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS. Harga emas spot kini diperdagangkan di $2.636, naik 0,13%.
Pelemahan dolar terjadi menyusul rilis data ekonomi AS yang menunjukkan gambaran beragam. Data PDB kuartal ketiga AS mencerminkan ekonomi yang tetap kuat, sementara klaim tunjangan pengangguran turun lebih rendah dari ekspektasi, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang masih solid. Namun, pelemahan dolar didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,78% menjadi 106,04.
Investor juga merespons Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, yang menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan bertahap terhadap suku bunga. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 70% bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin dalam pertemuan bulan Desember mendatang.
Di tengah optimisme pemangkasan suku bunga, emas kembali menjadi aset yang menarik, terutama dalam lingkungan suku bunga rendah. Permintaan safe haven juga mendapat dukungan dari konflik Rusia-Ukraina yang terus meningkat, meskipun terdapat kemajuan dalam kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Meski emas membukukan kerugian mingguan lebih dari 2,90%, penguatan pada hari ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek logam mulia ini di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Sumber: Fxstreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
