Harga emas kembali melonjak di atas $2.720 per ons pada Kamis (25/10), mencatat rebound teknis setelah mengalami penurunan tajam lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury, yang terjadi seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan bersikap lebih hati-hati terhadap pelonggaran moneter di masa depan.
Namun, meski sempat tertekan, emas tetap menarik perhatian investor sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar. Pertukaran serangan di wilayah tersebut berlanjut, dan ketidakpastian mengenai pemilihan presiden AS yang semakin dekat hanya menambah ketidakpastian pasar.
Di samping itu, langkah-langkah pelonggaran moneter oleh bank sentral utama di seluruh dunia memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Kombinasi faktor-faktor ini memperkuat daya tarik logam mulia, mendorong investor untuk tetap berlindung pada aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sumber: Trading Economics
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
