Harga emas (XAU/USD) melanjutkan tren kenaikannya pada Selasa (22/10), diperdagangkan mendekati $2.730 per ons. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memburuknya konflik di Timur Tengah, meskipun kenaikan emas sedikit tertahan oleh penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga global.
Investor yang sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga besar oleh Federal Reserve kini lebih berhati-hati, terutama setelah data ekonomi AS yang kuat. Hal ini mengurangi prospek pemangkasan suku bunga yang tajam, mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama serangan antara Israel dan Hizbullah, terus memicu kekhawatiran global. Israel telah meningkatkan serangan udara di Lebanon dan Beirut, dengan serangan balasan yang dilaporkan dari Hizbullah terhadap pangkalan di dekat Tel Aviv dan Haifa. Serangan udara Israel di Lebanon menyebabkan banyak korban, dan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, termasuk serangan potensial terhadap Iran, semakin memperkuat permintaan akan emas sebagai aset perlindungan.
Sementara emas terus menguat, ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung akan tetap menjadi pendorong utama dalam beberapa hari mendatang.
Sumber: FXstreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
