Harga emas bertahan mendekati rekor $2.670 per ons pada hari Jumat, mencerminkan stabilitas pasar menjelang rilis laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang dianggap sebagai indikator inflasi pilihan Federal Reserve. Laporan ini akan diawasi ketat oleh para pelaku pasar untuk memperoleh panduan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter Fed.
Data ekonomi yang kuat pada hari Kamis menantang ekspektasi pasar terhadap siklus pemangkasan suku bunga yang agresif. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dikonfirmasi mencapai 3% untuk kuartal kedua, sementara klaim pengangguran turun secara tak terduga dan pesanan barang tahan lama tetap stabil. Meski begitu, kontrak berjangka dana Fed menunjukkan probabilitas sekitar 49% untuk pemangkasan suku bunga 50 basis poin lagi pada bulan November.
Di luar AS, ketidakpastian geopolitik dan stimulus fiskal tambahan dari China meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Konflik yang berpotensi meluas di Timur Tengah juga menjadi faktor yang mendukung permintaan logam mulia ini.
Secara mingguan, harga emas batangan berada di jalur untuk kenaikan ketiga berturut-turut. Tren ini menunjukkan minat investor yang kuat, didorong oleh kombinasi ketidakpastian global dan spekulasi seputar kebijakan moneter Fed.
Sumber: Trading Economics
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
