Harga emas stabil mendekati level tertingginya dalam tiga pekan, seiring para pedagang mempertimbangkan potensi perlambatan ekonomi AS terhadap tekanan inflasi yang terus-menerus. Ini menjadi kombinasi yang meningkatkan daya tarik logam ini sebagai lindung nilai stagflasi.
Emas Dekati Level Tertinggi
Harga emas batangan sedikit berubah di atas $2,360 per ons pada awal sesi Asia, setelah mencatat kenaikan mingguan sebesar 2,6% pada hari Jumat. Laporan yang menunjukkan sentimen konsumen AS menurun ke level terendah dalam enam bulan, sementara ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat, mendorong kekhawatiran akan periode stagflasi.
Perlambatan Ekonomi AS dan Tekanan Inflasi
Data baru tersebut memicu kekhawatiran bahwa AS mungkin menghadapi periode stagflasi, dengan pertumbuhan yang lambat dan tingginya inflasi. Investor yang mencari lindung nilai terhadap gejolak ekonomi semacam itu dapat mendorong harga emas dan komoditas lainnya lebih tinggi.
Fokus Pada Data Inflasi AS
Pasar mengalihkan fokus ke data inflasi AS bulan April yang akan dirilis pada hari Rabu, yang akan menjadi ujian terbesar bagi reli Treasury AS. Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya menepis kekhawatiran bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi, tetapi data inflasi yang tinggi dapat mengubah pandangan pasar.
Dukungan dari Pembelian Bank Sentral dan Tiongkok
Harga emas telah naik hampir 15% tahun ini dan mencapai rekor tertingginya pada bulan lalu, didukung oleh pembelian bank sentral dan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, permintaan dari Tiongkok juga meningkat karena investor mencari lindung nilai di tengah kinerja ekonomi yang buruk dan pasar yang lesu.
Outlook Emas
Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada level $2,363.86 per ons pada pukul 8:53 pagi di Singapura. Investor terus memantau perkembangan di pasar keuangan global serta data inflasi AS untuk menilai arah harga emas ke depan.
Referensi: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
