PT Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Senin, 13 Agustus 2024. Setelah sempat mengalami tekanan pada sesi I dengan penurunan 0,27%, IHSG berhasil rebound dan ditutup menguat 0,56%, mendekati level psikologis 7.300, tepatnya di posisi 7.297,62. Nilai transaksi IHSG tercatat mencapai sekitar Rp 6,8 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai 16 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 933.779 transaksi.
Sektor Teknologi Menekan IHSG, Saham Lainnya Menguat
Sektor teknologi menjadi salah satu beban utama bagi IHSG pada sesi I, namun indeks berhasil menguat berkat performa positif dari sektor-sektor lainnya. Di tengah penguatan IHSG, sebanyak 337 saham terapresiasi, sementara 206 saham mengalami depresiasi, dan 249 saham cenderung stagnan. Kondisi ini menunjukkan adanya sentimen positif di pasar, meskipun beberapa saham justru mengalami tekanan dari investor asing.
Net Foreign Sell Capai Rp 490 Miliar, Beberapa Saham Dibuang Asing
Meskipun IHSG ditutup menguat, investor asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) senilai Rp 490 miliar pada perdagangan kemarin. Hal ini menunjukkan adanya aksi jual yang dilakukan oleh investor asing, yang meskipun tidak cukup kuat untuk menahan laju penguatan IHSG, tetap menjadi perhatian para pelaku pasar.
AMMN dan MDKA, Saham dengan Aksi Jual Asing Tertinggi
Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan net sell mencapai Rp 88,4 miliar. Saham ini juga menjadi salah satu penekan terbesar IHSG pada sesi I, dan ditutup turun signifikan sebesar 5,63%. Di sisi lain, saham Merdeka Copper Gold (MDKA) juga mencatat net sell yang tinggi, mencapai Rp 23,3 miliar, namun berhasil ditutup menguat sebesar 3,62%.
Daftar Saham dengan Net Foreign Sell Tertinggi
Berikut adalah daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar saat IHSG menuju level 7.300:
- Amman Mineral Internasional (AMMN): Rp 88,4 miliar
- Merdeka Copper Gold (MDKA): Rp 23,3 miliar
- Chandra Asri Pasific (TPIA): Rp 16,1 miliar
- Mitra Adiperkasa (MAPI): Rp 14,2 miliar
- Merdeka Battery Materials (MBMA): Rp 9,2 miliar
- Delta Dunia Makmur (DOID): Rp 5,3 miliar
- MAP Aktif Adiperkasa (MAPA): Rp 4,4 miliar
- Bank Jago (ARTO): Rp 4,3 miliar
- Bumi Serpong Damai (BSDE): Rp 3,9 miliar
- Adaro Minerals Indonesia (ADMR): Rp 3,1 miliar
Dampak Terhadap Strategi Investasi
Aksi jual yang dilakukan oleh investor asing terhadap beberapa saham ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang masih melingkupi pasar, meskipun IHSG terus menguat. Para investor perlu memperhatikan pergerakan investor asing, karena aksi jual yang signifikan bisa menjadi sinyal adanya potensi risiko pada saham-saham tersebut.
Di sisi lain, penguatan IHSG menuju level 7.300 menunjukkan bahwa sentimen domestik masih positif, didukung oleh kinerja positif dari sektor-sektor lainnya. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar, terutama dalam hal aksi jual asing, yang bisa mempengaruhi keputusan investasi jangka pendek.
Kesimpulan
IHSG yang mendekati level 7.300 menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki momentum positif, meskipun ada tekanan dari aksi jual asing pada beberapa saham. Investor perlu terus memperhatikan perkembangan terkini di pasar keuangan dan menyesuaikan strategi investasinya sesuai dengan kondisi pasar yang dinamis. Mengamati saham-saham yang banyak dilepas oleh investor asing bisa memberikan insight tambahan dalam menyusun strategi portofolio yang lebih solid.
Sumber: Investing.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
