Emas Menguat seiring Investor Berharap Fed Akan Mulai Melakukan Pelonggaran

Harga emas menguat, menuju kenaikan mingguan berturut-turut, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunganya sebelum akhir tahun. Para pedagang kini menantikan data payrolls AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek tersebut.

Harga Pasar

  • Spot Gold: Stabil di $2,356.49 per ounce pada pukul 8:03 pagi waktu Singapura.
  • Perak: Naik lebih dari 4% minggu ini, diperdagangkan kembali di atas $30 per ounce.
  • Platinum dan Paladium: Juga menguat.
  • Indeks Bloomberg Dollar Spot dan Imbal Hasil Treasury AS 10-tahun: Keduanya berada di jalur penurunan mingguan.

Faktor Pendukung

  • Data Ekonomi AS:
  • Sektor Jasa: Berkontraksi pada laju tercepat dalam empat tahun.
  • Pasar Tenaga Kerja: Menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut.
  • Prospek Kebijakan Moneter:
  • Ekspektasi Pelonggaran Fed: Tren inflasi yang terus menurun dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk mengurangi biaya pinjaman, mendukung emas karena tidak membayar bunga.
  • Permintaan Safe Haven dan Pembelian Bank Sentral: Pembelian bank sentral dan ketegangan geopolitik mendorong reli emas yang telah berlangsung tiga kuartal berturut-turut.
  • Pembelian di Asia: Mata uang lokal yang melemah mendorong investor untuk mencari aset yang dapat mempertahankan nilainya.

Fokus Pasar

  • Data Payrolls AS: Para pedagang menantikan laporan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Kesimpulan

Harga emas menguat di tengah ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed, didukung oleh data ekonomi AS yang lemah dan permintaan aset safe haven. Dengan fokus pasar pada data payrolls yang akan datang, emas terus mendapatkan dukungan dari pembelian bank sentral dan investor di Asia.

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.