Harga emas turun untuk hari kedua pada Senin (8/1), menyusul komentar dari pejabat Federal Reserve yang mengisyaratkan sikap hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga tahun 2025.
Faktor Utama Penurunan:
- Pandangan Pejabat Fed:
- Mary Daly (Presiden Fed San Francisco) dan Adriana Kugler (Gubernur Fed) menegaskan pentingnya memprioritaskan target inflasi 2%.
- Komentar ini memperkuat ekspektasi bahwa pelonggaran moneter Fed akan dilakukan secara bertahap, yang menjadi tekanan bagi logam mulia.
- Revisi Proyeksi Harga Emas:
- Goldman Sachs menunda prediksi emas mencapai $3.000 per ons hingga pertengahan 2026, mencerminkan ekspektasi pengurangan suku bunga Fed yang lebih lambat.
- Dinamika Suku Bunga:
- Suku bunga rendah biasanya positif untuk emas, namun lambatnya prospek pelonggaran dapat mengurangi daya tarik logam ini sebagai investasi.
- Performa Pasar:
- Harga emas spot turun 0,5% menjadi $2.627,60 per ons (7:56 pagi di London).
- Logam lainnya:
- Perak: Stabil.
- Platinum: Turun.
- Paladium: Turun.
Sorotan Data Ekonomi Minggu Ini:
Investor akan mencermati:
- Data penggajian nonpertanian dan lowongan pekerjaan AS.
- Risalah rapat Desember Fed yang akan memberikan pandangan lebih jelas tentang jalur kebijakan moneter.
Konteks Pasar:
Pada tahun 2024, emas mencatat kenaikan tahunan sebesar 27%, terutama berkat pelonggaran moneter, permintaan safe-haven, dan ketidakpastian geopolitik. Namun, prospek moderasi pemangkasan suku bunga tahun ini menjadi hambatan.
Kesimpulan:
Meskipun ketidakpastian global tetap tinggi, pendekatan hati-hati The Fed terhadap inflasi dapat menekan reli emas dalam waktu dekat. Data ekonomi minggu ini akan menjadi penentu arah harga logam mulia.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
