PT Rifan Financindo Berjangka – Rupiah terus melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp 16.255/US$ pada perdagangan Selasa (30/4/2024), menandai penurunan untuk keempat kalinya berturut-turut. Sentimen pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keputusan Federal Reserve AS terkait suku bunga.
The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Tertekan
Pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Kamis dini hari (2/5/2024), The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% untuk keenam kalinya secara beruntun. Keputusan ini menegaskan bahwa belum ada tanda-tanda penurunan suku bunga yang signifikan, mempertahankan tekanan terhadap rupiah.
Rilis Data Inflasi RI dan Update Pasar Tenaga Kerja AS
Pada hari yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Indonesia untuk April 2024. Sementara itu, AS juga akan merilis data neraca dagang dan klaim pengangguran mingguan. Data-data ini akan memengaruhi sentimen pasar dan berpotensi memperkuat atau melemahkan rupiah lebih lanjut.
Analisis Teknikal Rupiah
Secara teknikal, pergerakan rupiah masih menunjukkan tren pelemahan, meskipun ada tanda-tanda pergerakan sideways. Pelaku pasar perlu memperhatikan level-level support dan resistance yang dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Sumber: CNBC INDONESIA
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
